Manado, 1 November 2025 — Dalam upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat literasi dan pembinaan umat, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara menggelar Workshop Pengelola Perpustakaan Masjid Tingkat Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Ibis Manado dan dihadiri oleh para pengelola perpustakaan masjid dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara.

Workshop ini menghadirkan Dr. Muhammad Sukri, Kepala UPT Perpustakaan IAIN Manado, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya pengelolaan perpustakaan masjid yang profesional, sistematis, dan berbasis teknologi informasi agar mampu menjadi pusat pembelajaran masyarakat.
“Perpustakaan masjid tidak hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga wadah dakwah dan edukasi umat. Pengelolaannya harus terarah, memiliki SOP peminjaman, sistem katalog digital, serta program literasi yang memberdayakan jamaah,” jelas Dr. Muhammad Sukri di hadapan peserta.
Materi yang dibahas meliputi standar operasional pengelolaan koleksi, sistem pencatatan digital, layanan literasi bagi jamaah, serta strategi menjadikan perpustakaan masjid sebagai ruang publik yang inklusif. Selain itu, peserta juga dilatih membuat database anggota dan sistem peminjaman berbasis register digital untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta yang antusias mengikuti setiap sesi. Mereka menilai workshop ini sebagai langkah nyata pemerintah dan lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan masjid.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap pengelola perpustakaan masjid di Sulawesi Utara mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan perpustakaan yang produktif, modern, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
